Jewel In the Dark

No comment 152 views

Francesco Biasia

Fall/Winter 2008-2009 collection :

Interpretation Of A True Glam Legend

Gaya androgini menjadi salah satu key look yang dipuja oleh banyak creator mode pada musim ini. Bayangkan gaya personal ikon mode Marlene Dietrich, berpadu dengan gaya minimalis ala tahun 1990an. Hasilnya adalah tampilan etro yang sarat dengan elegansi. Sebuah kolaborasi gaya yang independent dan mapan.

Marlene Dietrich

Fransecso Biasia pun tak luput mengadaptasi kemewahan gaya androgini dalam presentasi koleksi terbarunya. Label asal Italia ini mengajak kita berkelana ke dalam nuansa gelap glamour yang berujung pada kilau gemerlap beragam tas kulit.

Kesempurnaan bentuk kreasi tas terlihat secara nyata melalui teknik jahit dan presisi garis desain. Tekstur tas pun kini lebih terdefinisi dengan palet warna yang semakin gelap dan matang.

Mulai dari calfskin yang klasik sampai ponyskin yang eksotik. Material yang digunakan sangat beraneka ragam. Seluruh koleksi hadir dalam kombinasi patent leather dan dekorasi mendetail yang membuatnya terlihat elegan dan solid.

Layaknya sebuah permata dalam kegelapan, koleksi Fransecso Biasia kali ini berhasil menginterpretasi ilusi kegelapan dalam buah karya yang penuh binar.

Sambutlah jajaran koleksi utama yang menjadi bintang musim ini :

Dahlia Collection : mengadopsi ilusi papan catur, ponyskin lantas dijalin dengan manis. Patent leather dan buckle pun dibesut menjadi elemen yang harmonis.

Kimber Collection : tas berkompartemen dengan desain yang tetap ramah di tangan. Jalinan calfskin diperkaya aksen kantung beresleting dan pelat perak yang solid.

Lea Collection : material calfskin bertabur dekorasi metal pelbagai bentuk. Menciri tampilan edgy dan sophisticated secara bersamaan.

Emy Collection : persilangan calfskin dalam nuansa palet cokelat menghidupkan dimensi tekstural. Dipercantik dengan aplikasi suede dan buckle yang dinamis.

Related Posts with Thumbnails
author
Author: 

Leave a reply "Jewel In the Dark"